PENGERTIAN SUGIHAN JAWA DAN SUGIHAN BALI

  • Admin Seririt
  • 23 September 2019
  • Dibaca: 80 Pengunjung

      Jika dilihat dari urat arti katanya, kata sugihan jawa berasal dari urat kata sugi, yang artinya membersihkan dan jawa artinya luar. Jadi sugihan jawa dapat diartikan sebagai suatu upacara yang berfungsi untuk membersihkan Bhuana Agung atau alam semesta (makrokosmos), baik sekala maupun niskala. Berdasarkan lontar Sundarigama, sugihan jawa diartikan sebagai pesucian dewa kalinggama pamrastista bhatara kabeh (pesucian dewa, karena itu hari penyucian semua bhatara). Pada saat pelaksanaan sugihan jawa yang menjadi target (yang disucikan) adalah buana agung atau alam semesta seperti misalnya membersihkan pelinggih atau tempat - tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan, membersihkan alam lingkungan, baik pura, tempat tinggal dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Sedangkan sugihan Bali berasal dari kata sugi yang artinya membersihkan dan Bali yang berarti kekuatan yang ada dalam diri (bahasa sansekerta). Jadi sugihan Bali adalah upacara yang bertujuan untuk menyucikan buana alit atau mikrokosmos (manusia) secara sekala dan niskala, sehingga bersih dari perbuatan - perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan bathin.Pembersihan dapat dilakukan dengan penglukatan, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. Dalam lontar sundarigama, sugihan bali bermakna kalinggania amrestista raga tawulan yang artinya oleh karenanya menyucikan badan jasmani -rohani masing-masing / mikrokosmos yaitu dengan memohon tirta pembersihan / penglukatan.

Pelaksanaan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali.

Sugihan jawa dan sugihan bali, keduanya merupakan rangkaian pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan yang dimulai pada Saniscara kliwon wuku wariga atau yang lebih di kenal dengan tumpek wariga (25 hari). Sugihan jawa jatuh pada wrhaspati / kamis wage wuku sungsang sedangkan sugihan bali jatuh pada jumat kliwon wuku sungsang atau sehari setelah sugihan jawa.

Perbedaan Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Kedua sugihan ini memiliki makna sebagai wadah pembersihan, namun yang menjadi perbedaan terletak pada apa yang dibersihkan (disucikan). Jika dilihat lebih dan sugihan jawa lebih kepada pembersihan makrokosmos atau alam semesta seperti misalnya:

- Niskala : Pembersihan dengan jalan mengaturkan upacara banten pengerebuan dan prayassita sebagai lambang penyucian. Semua itu diaturkan kepada Ida Batara, para leluhur dan para dewa yang beristana dimasing-masing pelinggih atau pura. Diyakini pada saat sugihan jawa ini, para dewa akan turun diiringi dengan para leluhur untuk menerima persembahyangan.

- Sekala : Membersihkan pelinggih atau tempat - tempat (Ngererata atau mabulung yakni pekerjaan merabas atau mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar pelinggih)

Share Post :