Sosok Srikandi Seni Pedalangan

  • Admin Seririt
  • 10 April 2018
  • Dibaca: 132 Pengunjung

Mengenal sosok Srikandi Seni Pedalangan Buleleng, Jro Dalang Istri Made Sri (49), memiliki kisah yang cukup unik sebelum ngayah menjadi Dalang.  menurut beliau, menjadi seorang dalang wanita tak hanya harus mampu memamerkan seni suaranya saja, namun juga memahami nilai luhur filosofi wayang yang mengandung pesan tersendiri. Dunia pewayangan kini makin lengkap dan semarak, Jro Dalang istri Made Sri siap menghibur masyarakat baik di Buleleng maupun diluar Kabupaten Buleleng. Sebelum menekuni seni pedalangan, Jro made sri warga desa Patemon Kecamatan Seririt, dulunya hanya seorang petani tak terbesit sedikitpun dalam benaknya. Jika kelak ia akan menjadi seorang dalang. Kisah bermula sekitar tahun 90an. Kala itu, mendadak keluarganya mengalami sakit yang tidak wajar, bahkan sakit itu dialami selama bertahun-tahun. Pada akhir odi tengah keputusasaannya itu,  suami Jro Komang Meneng memohon petunjuk kepada Ida Sesuhunan. Kemudian, Jro Komang Meneng mendapat sebuah pawisik dari leluhurnya,  pawisik tersebut dirinya diminta untuk menekuni seni pedalangan. Pawisik itupun tak hanya sekedar sebuah pesan, Jro Komang Meneng bahkan langsung mendapatkan paica dari sesuhunan Dewa Bagus Manik Dalang sebagai bekal untuk menjadi seorang dalang.  Suami saya ngiring Dewa Bagus Manik Dalang,  karena sudah menyatakan kesediaan untuk ngayah,maka suami juga harus ngayah menjadi dalang,  kata jro dalang Sri. Karena suaminya sudah menekuni pekerjaan sebagai balian (Dukun) pijet, dan setiap hari harus melayani ratusan pasien patah tulang,  Made Sri lantas menggantikan permintaan tersebut dan ngayah menjadi seorang Dalang. Kekhawatiranpun terjadi akan nantinya kembali ditimpa sakit yang berkepanjangan. Dengan memberanikan diri, sambung Jro Sri,  tak dipungkiri masih di selimuti keraguan,  dan rasa tidak percaya mengingat dirinya seorang perempuan. Dorongan dan motivasi dari suami sangat besar, sedikit demi sedikit diajarkan cara memainkan wayang, berbahasa kawi ngelampahang (alur) cerita,  yang harus membutuhkan waktu yang lama untuk belajar. Yang membuatnya tak percaya, saat dirinya dibersihkan air suci basuan Dewa Bagus Manik Dalang. Keajaibanpun terjadi, tanpa disadari satu persatu lakon cerita dalam pewayangan sempurna dimainkan, akhirnya saya mewinten dan mulai iklas ngayah menjadi dalang, ungkapnya. Kini, Jro Dalang istri Made Sri sudah ngayah menjadi seorang dalang selama lima tahun. Selama ini Jro Dalang Made Sri sering diundang untuk pentas/mesolah di wilayah desa Patemon hingga keluar desa di Kabupaten Buleleng. Dalam sebulan sering diundang hingga tiga kali oleh warga yang memiliki upacara agama. Biasanya kami diundang saat masyarakat punya hajatan resmi, seperti tiga bulanan dan pernikahan. 

Sumber:

Bali Puspa News

Share Post :