Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar dan sejenisnya kembali melanda wilayah Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Kondisi ini menyulitkan masyarakat, terutama para pekerja, nelayan, dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor dan mesin berbahan bakar minyak.
Keluhan senada juga datang dari para nelayan dan petani di wilayah Seririt. Keterlambatan pasokan Solar membuat motor air untuk melaut dan traktor untuk mengolah lahan terpaksa harus menganggur. Stok normalnya habis dalam waktu kurang dari sehari karena tingginya permintaan, sementara jadwal kedatangan mobil tangki dari depot mengalami keterlambatan akibat kendala teknis di jalur distribusi.
Menanggapi kelangkaan ini, Forkopimcam Seririt dalam hal ini unsur Camat Seririt didampingi anggota Satpol-PP, Kepolisian Sektor (Polsek) Seririt dan Danramil 1609-03/Seririt bersama anggota langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan.
Pihak Kecamatan, Kepolisian dan Koramil yang berjaga di wilayah SPBU mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik serta tidak melakukan tindakan penimbunan BBM bersubsidi maupun non-subsidi.
Beberapa tempat yang dipantau masyarakat di Kecamatan Seririt masih berharap pasokan BBM dapat segera normal, agar aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta operasional sektor perikanan dan pertanian di Buleleng Utara tidak semakin lumpuh.