(0362) 92301
092301
seririt@bulelengkab.go.id
Kecamatan Seririt

Persembahyangan di Pura Kahyangan Jagat Buana Purohita (Linggam Ciwa)

Admin seririt | 01 Maret 2025 | 50 kali

Camat Seririt I Gusti Putu Ngurah Mastika, SSTP. MM. mewakili Bupati Buleleng didampingi Plt Kasi Sosial Budaya I Made Suastika,S.Sos. hadir dalam sembahyang serangkaian acara pujawali di Pura Purohita, Desa Unggahan, sekaligus menyerahkan punia bakti kepada pengempon atau pemangku di pura tersebut.

Pura Purohita tergolong salah satu pura unik di Buleleng. Pura kahyangan jagat ini berlokasi di Banjar Dinas Benyahe, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, Buleleng. Pura yang dibangun tahun 2011 ini memiliki palinggih lingga tertinggi di dunia, yakni 5,92 meter dan keliling 8,70 meter.

Lingga terbesar ini sempat dicatat Museum Rekor Indonesia (Muri) tahun 2015. Jero Mangku Gede Pura Purohita, Wayan Wirka mengatakan Pura Purohita menstanakan Dewa Siwa melalui palinggih lingganya. Selain itu, memiliki patung Dewi Kwan Im dan juga palinggih Ratu Subandar. Perpaduan ini pun membuat Pura Purohita dikenal sebagai Pura Siwa - Budha.

Ada pancoran dari delapan sumber mata air yang dipakai panglukatan (prosesi penyucian), sebelum tahap persembahyangan. Pancoran yang dinamai pnglukatan Sapta Gangga ini pun sangat disakralkan. Karena mata airnya dari pertemuan delapan sumber mata air. Sumber air di panglukatan ini dipercaya bertuah untuk umat dalam memperoleh kesucian, kesehatan, keharmonisan, dan kebahagiaan.

Posisi delapan sumber mata air ini melingkar dengan rasa berbeda. Mulai dari rasa manis, pahit, sepet dan lainnya. Hanya saja rasa air dari pancuran panglukatan ini hanya bisa dirasakan oleh orang orang tertentu saja.


@sumber:NusaBali.com